Arab Berhentikan Impor Unggas dari Indonesia

Arab Berhentikan Impor Unggas dari Indonesia

Arab Berhentikan Impor Unggas dari Indonesia. Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam( GOPAN), Sugeng Wahyudi, menjawab isu penghentian impor unggas Indonesia oleh Arab Saudi.

Baginya, pelakon industri unggas berupaya mengestimasi dengan alihkan ekspor dari produk daging ayam fresh ke produk olahan.

Terlebih, industri dalam negara telah mempunyai pengalaman memproduksi olahan semacam nugget serta sosis yang lewat rangkaian proses ketat, sehingga secara mutu sanggup melampaui standar yang diresmikan otoritas pangan Arab Saudi, ialah Saudi Food and Drug Authority( SFDA).

“ Secara kualitatif, produk olahan kita penuhi ketentuan. Tetapi yang jadi tantangan merupakan energi saing. Produk Indonesia masih kalah bersaing dibandingkan negeri lain semacam Brasil serta Thailand,” katanya

Akui Potensi Kurangi Ekspor Unggas Indonesia

Dia mengakui, secara kuantitatif kebijakan tersebut berpotensi kurangi volume ekspor unggas Indonesia. Walaupun demikian, Sugeng memperhitungkan keadaan ini tidak hendak berlangsung lama, bersamaan program hilirisasi yang tengah digalakkan pemerintah.

Dia mencontohkan, Departemen Pertanian secara periodik mengekspor produk unggas serta telur ke beberapa negeri semacam Jepang, Singapore, serta Timor Leste. Jepang sendiri diketahui mempunyai standar mutu relatif besar.

“ Industri Indonesia mampu menembus pasar Jepang yang standarnya besar. Pada dikala bertepatan, mestinya pula sanggup penuhi standar kualitas Arab Saudi,” ucapnya.

Dari sisi industri, Sugeng memperhitungkan akibat langsung penghentian impor tersebut belum signifikan sebab volumenya relatif kecil. Tetapi, dia menekankan momentum ini wajib dimanfaatkan buat melaksanakan pembenahan, paling utama dalam kenaikan kualitas serta tata kelola teknis industri unggas, semacam penguatan biosecurity.

“ Revisi kualitas serta tata kelola wajib terus dicoba supaya produk unggas Indonesia tidak dicurigai ataupun terindikasi penyakit,” tegasnya.

Arab Saudi Larang Impor Unggas RI, Mentan Amran: Kesempatan Buat Produk Olahan!

Menteri Pertanian( Mentan) Andi Amran Sulaiman menjawab larangan Arab Saudi mendatangkan unggas dari Indonesia. Baginya, perihal ini malah hendak membuka kesempatan pemasukan lebih besar.

Ia berkata larangan Arab Saudi tidak berlaku buat produk olahan unggas. Lewat ekspor olahan unggas, nilainya dapat didapat lebih besar.

” Iya, itu buat unggas, tetapi olahan tidak( dilarang Arab Saudi). Ya kita olah, malah nilainya lebih besar. Seperti itu jika pebisnis,” kata Amran di Kantor Departemen Pertanian, Jakarta, Selasa( 3/ 3/ 2026).

Arab Berhentikan Impor Unggas dari Indonesia
empire88

Dalam hitungannya, harga jual produk olahan unggas dapat naik 2 kali lipat. Dengan anggapan unggas hidup Rp 30. 000 per kg( kilogram), hingga produk olahan dapat dijual sampai Rp 60. 000 per kilogram kemasan.

” Jika ayam saya ekspor, biayanya katakanlah Rp 30. 000 per kg( kilogram). Jika ini benda jadi, berapa kali lipat? 2 kali lipat. Seleksi mana yang diekspor? Malah kita bersyukur, sebab Arab itu melarang buat unggas. Ini saya kirim. Bahagia Rp 60. 000 ataupun Rp 30. 000? Rp 60. 000,” tuturnya.

Amran pula menegaskan, larangan tersebut tidak mengusik ekosistem peternakan di Tanah Air.” Tidak mempengaruhi, diolah. Malah seperti itu tujuan perintah Ayah Presiden, kita hilirisasi. Hilirisasi merupakan kita olah bahan baku jadi bahan jadi. Ini naik 100%, serta ini tujuannya, tercantum kakao kelapa serta seterusnya,” beber ia.

Arab Saudi Stop Impor Unggas RI

Lebih dahulu, Kerajaan Arab Saudi lewat Saudi Food and Drug Authority( SFDA) menetapkan larangan impor unggas serta telur secara total dari 40 negeri serta parsial dari 16 negeri.

Larangan terkini impor dari Indonesia tertuang dalam kebijakan SFDA No 6057 serta mulai berlaku pada 1 Maret 2026. Atase Perdagangan( Atdag) RI Riyadh di Arab Saudi, Zulvri Yenni, membenarkan kebijakan ini tidak berkaitan dengan isu halal, namun ialah upaya pemenuhan mutu kualitas benda tersebar di pasar dalam negeri.

“ Larangan impor ini tidak berkaitan dengan isu halal, namun lebih kepada isu pemenuhan mutu kualitas buat penuhi persyaratan kesehatan, regulasi, serta standar yang berlaku,” ucap Zulvri dalam keterangannya di Riyadh, Selasa( 3/ 3/ 2026).

Baca juga: AS Klaim Serangan ke Iran Dilatarbelakangi Rencana Serangan Israel

Alibi Larangan

Dia menarangkan, sertifikat halal Indonesia diterima Arab Saudi semenjak ditandatanganinya memorandum silih penafsiran antara Tubuh Penyelenggara Jaminan Produk Halal Indonesia( BPJPH) serta SFDA pada 19 Oktober 2023 kemudian.

Kebijakan terkini Arab Saudi ini butuh dilihat selaku momentum memperbarui status leluasa virus flu burung yang dipunyai Indonesia. Dikala ini, Indonesia belum merealisasikan kembali ekspor produk unggas serta telur ke Arab Saudi sebab belum didapatkannya status leluasa flu burung bersumber pada Laporan World Organization for Animal Health( WOAH) yang terakhir diperbarui pada 28 Januari2026.

Zulvri berkata, terealisasinya status leluasa flu burung hendak berakibat positif terhadap pembukaan akses pasar Arab Saudi untuk produk unggas serta telur Indonesia. Mainkan serunya permainan Empire88 link gaming online utama untuk bermain dan seru-seruan hari ini!

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *