Manchester City Harus Kejar Target. Manchester City mengalami suasana susah sehabis kalah telak dari Real Madrid di Liga Champions. Kekalahan tersebut membuat mereka wajib mengejar defisit 3 gol pada leg kedua babak 16 besar.
Tekanan terhadap tim asuhan Pep Guardiola terus menjadi besar sehabis hasil imbang 1- 1 melawan West Ham di Premier League. Hasil itu membuat posisi City dalam persaingan gelar terus menjadi tertinggal.
Walaupun demikian, Guardiola menegaskan timnya tidak boleh kehabisan kepercayaan. Baginya, sejarah Real Madrid sendiri malah menampilkan kalau comeback besar merupakan bagian dari sepak bola Eropa.
Guardiola Memohon Pemain City Senantiasa Percaya
Manchester City tiba ke leg kedua dengan beban berat sehabis tertinggal agregat 3- 0 dari Real Madrid. Tetapi, Guardiola memperhitungkan kesempatan buat bangkit senantiasa terdapat sepanjang para pemain yakin.
Dia apalagi mengirim pesan tegas kepada skuadnya menimpa mentalitas yang diperlukan di kompetisi semacam Liga Champions.
” Bila mereka tidak yakin, itu permasalahan. Mereka orang berusia. Mereka menemukan pendapatan yang baik,” kata Guardiola.
” Bila mereka tidak yakin hendak perihal itu di Liga Champions, kembali saja, senantiasa di rumah. Kami wajib berupaya. Memangnya kami dapat kehabisan apa?”
Bagi juru taktik asal Spanyol itu, dengan jumlah kesempatan timnya, City semestinya dapat membuat lebih dari 3 gol.
Bersumber pada statistik formal Liga Inggris, tim berjuluk The Citizens itu memahami jalannya pertandingan dengan mempunyai 71, 3 persen kemampuan bola serta senantiasa melanda lawan dengan mencatatkan 6 tembakan pas sasaran dari 24 percobaan. Tetapi sayangnya dari banyak kesempatan itu mereka cuma sanggup menghasilkan satu gol.
Kebalikannya, West Ham malah bisa melesakkan gol cuma dari sekali tembakan menuju ke gawang.
” Sepak bola memanglah tidak dapat diprediksi. Lawan hanya memiliki satu kesempatan serta dapat membuat gol dari situ,” tutur ia.
Suasana Seragam City Imbang vs Sunderland
Guardiola berkata, suasana seragam terjalin pula kala City dikala imbang dengan Sunderland( 0- 0), Brighton( 1- 1) serta Chelsea( 1- 1) pada Januari 2026 dimana mereka menghasilkan banyak kesempatan serta senantiasa kandas memenangkan pertandingan.
Hasil seri dengan West Ham United membuat Manchester City( 61 poin, 30 laga) yang terdapat di posisi kedua, saat ini berjarak 9 poin dari pemuncak klasemen sedangkan Liga Inggris 2025/ 2026, Arsenal( 70 poin, 31 laga).

Terpaut perihal itu, Guardiola menegaskan kalau kesempatan buat menjuarai Liga Inggris masa ini tergantung kepada mereka sendiri.
” Kami masih mempunyai satu laga kontra Arsenal di kandang. Suasana memanglah rumit namun aku senantiasa positif. Seandainya kami telah tidak bisa jadi lagi jadi juara, aku hendak menelepon Mikel( pelatih Arsenal Mikel Arteta- red) buat mengucapkan selamat,” kata ia.
Pada laga kontra West Ham United, gol Manchester City dilesakkan Bernardo Silva( 31), sedangkan gol tuan rumah dicatatkan oleh Konstatinos Mavropanos( 35).
Untuk West Ham, hasil itu membuat mereka keluar dari zona degradasi dengan menempati urutan 17 klasemen dan mencatatkan 29 poin dari 30 pertandingan.
Baca juga: Finalissima Argentina vs Spanyol Gagal : Messi Kecewa
Kehabisan Poin sebab Tumpul di Depan Gawang
Manchester City sesungguhnya tampak dominan selama pertandingan melawan West Ham. Mereka memahami bola dalam sebagian besar waktu, namun kesusahan menghasilkan kesempatan beresiko.
Gol pembuka City terbentuk pada menit ke- 30 lewat aksi Bernardo Silva. Gelandang asal Portugal itu mencetak gol dengan lob yang indah serta pernah membuat tim tamu terletak di atas angin. Tetapi keunggulan tersebut tidak bertahan lama sehabis Konstantinos Mavropanos membandingkan peran melalui sundulan dari suasana sepak pojok.
Permasalahan utama City masa ini terletak pada ketajaman lini depan, tercantum performa Erling Haaland yang menyusut. Striker Norwegia itu baru mencetak 3 gol dalam 12 pertandingan liga terakhirnya, suasana yang membuat City sering kehabisan poin dikala mengalami tim papan dasar.
” Kami tidak mencetak lumayan banyak gol. Itu terjalin jutaan kali buat tim ini dalam dekade terakhir, namun masa ini kami kesusahan,” Guardiola mengakui, dikutip dari Goal.
” Kami kurang mengecam serta aku tidak suka itu. Kamu memerlukan energi gempur di sepertiga akhir lapangan dari para pemain Kamu. Buat memenangkan Liga Inggris, Kamu butuh lebih tidak berubah- ubah. Di masa kemudian, kami mempunyai konsistensi buat menang serta menang serta menang, buat senantiasa menciptakan metode. Masa ini, sebab tidak mencetak gol buat jumlah kesempatan yang kami mengadakan, kami dihukum.” Mainkan permainan indocair link gaming online terbaik saat ini!
