Tag: Jakarta

  • Bantargebang Longsor Bom Waktu yang Meledak

    Bantargebang Longsor Bom Waktu yang Meledak

    Bantargebang Longsor Bom Waktu yang Meledak Desa Ciketik Udik Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, yang mendung menjadi tambah kelabu saat gunungan sampah di Zona 4 Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (PTST) Bantargebang tiba-tiba longsor menimpa warung dan 5 unit truk sampah yang tengah mengantre bongkar muatan. Belasan orang saat itu diduga tertimbun.

    Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyebut, empat orang ditemukan meninggal dunia di hari kejadian. Keempatnya antara lain Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno sopir truk sampah, dan Irwan Supriatain (42) yang juga sopir truk sampah.

    Tim SAR mengerahkan sejumlah alat berat dan anjing pelacak K9 untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun. Penyisiran bahkan juga dilakukan melalui udara dengan drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh korban.

    Senin (9/3/2026), pukul 12.05 WIB, satu korban lagi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Korban teridentifikasi atas nama Jussova Situmorang (38).

    Tim SAR kembali menemukan korban meninggal dunia bernama Hardianto pada pukul 17.50 WIB di pinggir kali tertimbun sampah.

    Riki Supriadi Ditemukan Meninggal Dunia

    Selanjutnya pada pukul 23.30 WIB, korban terakhir bernama Riki Supriadi (40), ditemukan meninggal dunia dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

    Operasi SAR yang melibatkan 336 personel gabungan itu akhirnya ditutup pada Selasa (10/3/2026), tepat pukul 10.00 WIB usai dipastikan seluruh korban tertimbun sudah ditemukan. Dalam peristiwa ini tercatat 13 orang menjadi korban, terdiri dari tujuh orang meninggal dunia dan 6 lainnya selamat.

    Peristiwa longsor gunungan sampah Bantargebang hingga menyebabkan 7 orang meninggal dunia itu menjadi tamparan serius bagi tata kelola sampah di Indonesia, khususnya di Jakarta.

    Data terbaru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta yang diakses dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menyebutkan fakta mencengangkan. Jakarta menghasilkan timbulan sampah yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

    Bantargebang Longsor Bom Waktu yang Meledak
    macan empire

    Volume Sampah Harian Capai 8 ribu Ton

    Untuk periode 2024-2025 misalnya, volume sampah harian Jakarta rata-rata mencapai 7.700 hingga 8.664 ton sampah per hari. Jika diakumulasi, tiap tahun timbulan sampah di Jakarta mencapai 3,17 juta ton (2024), naik dari 3,14 juta ton pada tahun sebelumnya.

    Dari timbulan sampah dari tahun ke tahun itu, jumlah tumpukan sampah di TPST Bantargebang pada awal 2026 telah mencapai 55 juta ton. Jumlah yang fantastis yang dimiliki tempat pembuangan sampah. Mirisnya, data Dinas Lingkungan Hidup Jakarta menyebut, sampah sisa makanan masih mendominasi jenis sampah di Jakarta, yakni jumlahnya 49,87%-55,55%. Kedua, sampah plastik sekitar 10,14%-28%, dan sisanya sampah lainnya yang meliputi kertas, tekstil, logam, kaca, dan kayu.

    Jakarta Timur tercatat menjadi sumber wilayah penghasil sampah terbesar di Jakarta. Masih dari data yang sama, wilayah Jakarta Timur menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional. Dengan total mencapai 866.563 ton sepanjang 2025.

    Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar Wahyudin Iwang, saat dihubungi tim, Selasa (10/3/2026) mengatakan.  Tragedi longsor tumpukan sampah Bantargebang yang menyebabkan 7 orang tewas sebagai bukti nyata kegagalan sistem pengelolaan sampah dan lalainya negara.

    “Tragedi ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan bukti nyata kegagalan negara dalam mengelola krisis sampah yang sudah berlangsung puluhan tahun,” katanya.

    Bom Waktu Ekologis yang Akhirnya Meledak

    TPST Bantargebang telah beroperasi sejak akhir 1980-an dengan sistem pembuangan terbuka (open dumping).  menampung puluhan juta ton sampah dari Jakarta dan sekitarnya. Beban yang terus meningkat tanpa perubahan sistem pengelolaan yang mendasar. Sehingga menjadikan kawasan seperti bom waktu ekologis yang akhirnya meledak dan merenggut banyak korban jiwa.

    Alih-alih mengurangi produksi sampah dari sumbernya, kata Iwang, pemerintah justru membiarkan praktik pemusatan sampah raksasa yang sangat berbahaya bagi pekerja, pemulung, sopir truk, serta masyarakat sekitar.

    Pemerintah sering berlindung di balik narasi faktor alam seperti hujan ekstrem. Padahal, hujan hanyalah pemicu, bukan akar persoalan. Akar persoalan sesungguhnya, kata Iwang, adalah kegagalan pemerintah mengurangi produksi sampah dari sumbernya.  Ketergantungan pada sistem pembuangan akhir (landfill), dan pengabaian dampak lingkungan dan keselamatan warga, pekerja TPA serta pekerja informal (pemulung).

    “Pembiaran TPST Bantargebang menjadi tempat penumpukan sampah raksasa selama puluhan tahun, juga jadi salah satu akar persoalan,” katanya.

    Selama pendekatan pengelolaan sampah masih berorientasi pada membuang dan menimbun, kata Iwang, tragedi serupa akan terus berulang.

    Baca juga: Atalanta vs Bayern : Saksikan Pertandingan Seru

    Korban Tragedi Bukan Pejabat

    Ironisnya, yang menjadi korban dalam tragedi ini bukanlah pejabat atau pengambil kebijakan atau masyakat yang tidak peduli sampah. Korban justru datang dari masyarakat kecil yang mengais-ngais rezeki di sekitar gunungan sampah: sopir truk, pemulung, pedagang kecil, dan warga yang menggantungkan hidup dari sisa konsumsi kota.

    “Mereka dipaksa bekerja di ruang yang sangat berbahaya tanpa jaminan keselamatan yang memadai. Ini adalah bentuk ketidakadilan ekologis yang selama ini dibiarkan terjadi,” katanya.

    Wahyudin Iwang mewanti-wanti, tragedi longsor gunungan sampah di Bantargebang menunjukkan rapuhnya sistem pengelolaan sampah di kawasan metropolitan.

    “Peristiwa ini tidak boleh dipandang sekadar sebagai kecelakaan teknis, tetapi sebagai indikasi kegagalan kebijakan pengelolaan sampah yang telah berlangsung puluhan tahun,” katanya.

    Selama ini, pemerintah sering memosisikan Bantargebang sebagai persoalan milik Jakarta. Padahal secara administratif, lokasi tersebut berada di Kota Bekasi, yang merupakan wilayah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    “Artinya, seluruh dampak ekologis mulai dari pencemaran udara, air, hingga risiko bencana longsor ditanggung langsung oleh masyarakat Jawa Barat,” ungkapnya.

    Namun hingga hari ini, peran Pemprov Jawa Barat dalam memastikan keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan di Bantargebang masih sangat minim. Pemerintah provinsi tidak boleh bersikap seolah-olah persoalan ini hanyalah urusan antara Jakarta dan pengelola TPST.

    “Diamnya pemerintah provinsi sama artinya dengan membiarkan wilayahnya menjadi tempat penampungan krisis ekologis kota besar,” katanya. Mainkan permainan macan empire link gaming online terbaik saat ini!

  • Pengangguran di Indonesia Capai 7,35 Juta Orang

    Pengangguran di Indonesia Capai 7,35 Juta Orang

    Pengangguran di Indonesia Capai 7,35 Juta Orang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama periode Agustus – November 2025 terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Di mana pada November 2025 tercatat jumlah pengangguran 7,35 juta orang.

    “Selama periode Agustus 2025 sampai dengan November 2025 atau dengan kata lain pada November 2025 terdapat 7,35 juta orang menganggur, di mana angka ini setara dengan tingkat pengangguran terbuka yang turun menjadi sebesar 4,74 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).

    Apabila dibandingkan dengan Agustus 2025, maka penurunan dari tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 ini adalah turun sekitar 0,11 persen basis point.

    “Jika dirinci, maka penurunan tingkat pengangguran terbuka dibandingkan dengan Agustus 2025 terjadi baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan dan tingkat pengangguran terbuka ini juga mengalami penurunan baik di wilayah perkotaan maupun di pedesaan,” ujarnya.

    Amalia menyampaikan struktur Ketenagakerjaan Indonesia di mana per November 2025 terdapat sebanyak 218,85 juta penduduk usia kerja. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 0,681 juta orang jika dibandingkan dengan Agustus 2025.

    Adapun perkembangan penduduk usia kerja November 2025 jika dibandingkan Agustus 2025. Angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang atau bertambah sebanyak 1,262 juta orang.

    Sementara, bukan angkatan kerja mencapai 63,58 juta orang atau menurun sekitar 0,58 juta orang. Jadi jumlah angkatan kerja meningkat dan yang bukan angkatan kerjanya menurun.

    Kemudian dari angkatan kerja tersebut sebanyak 147,91 juta orang di antaranya pekerja. Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 1,371 juta orang dibandingkan Agustus 2025.

    Rincian Data BPS

    Amalia menyampaikan, jika dirinci penduduk yang bekerja yaitu terdiri atas satu pekerja penuh yang jumlahnya sebanyak 100,49 juta orang di mana jumlah orang pekerja penuh bertambah sebanyak 1,85 juta orang.

    Berikutnya adalah pekerja paruh waktu jumlahnya mencapai 35,858 juta orang di mana jumlah pekerja paruh waktu ini turun sebanyak 0,438 juta orang.  Sedangkan, setengah pengangguran jumlahnya sebanyak 11,558 juta orang di mana jumlah ini menurun sebanyak 0,042 juta orang dibandingkan dengan bulan Agustus 2025.

    Pengangguran di Indonesia Capai 7,35 Juta Orang
    indocair

    “Dari total penduduk usia kerja tersebut, jumlah angkatan kerja tercatat mencapai 155,27 juta orang atau bertambah sekitar 1,26 juta orang dibandingkan Agustus 2025,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2).

    Sebaliknya, kata dia, jumlah penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja justru mengalami penurunan.

    Pada November 2025, jumlahnya tercatat sebanyak 63,58 juta orang atau turun sekitar 0,58 juta orang dibandingkan Agustus 2025.

    “Jadi jumlah angkatan kerja meningkat dan yang bukan angkatan kerjanya menurun,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Amalia membeberkan, dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 147,91 juta orang sudah bekerja. Jumlah penduduk bekerja ini meningkat sekitar 1,37 juta orang dibandingkan Agustus 2025.

    Jika dirinci, penduduk yang bekerja terdiri atas pekerja penuh sebanyak 100,49 juta orang. Jumlah pekerja penuh ini meningkat cukup signifikan, yakni sekitar 1,85 juta orang dibandingkan Agustus 2025.

    Sementara itu, jumlah pekerja paruh waktu tercatat sebanyak 35,86 juta orang atau menurun sekitar 0,44 juta orang.

    Adapun jumlah setengah pengangguran tercatat sebanyak 11,56 juta orang, turun sekitar 0,04 juta orang dibandingkan periode sebelumnya.

    Di sisi lain, BPS juga mencatat adanya penurunan jumlah pengangguran. Per November 2025, jumlah penduduk yang belum terserap pasar kerja atau pengangguran tercatat sebanyak 7,35 juta orang. Angka ini turun sekitar 0,11 juta orang dibandingkan Agustus 2025.

    “Dengan demikian, jumlah orang yang menganggur mengalami penurunan,” pungkas Amalia.

    TPT Berdasarkan Wilayah

    Sementara itu, TPT menurut wilayah memperlihatkan bahwa tingkat pengangguran di perkotaan secara konsisten lebih tinggi dibandingkan di perdesaan. Pada Februari 2024, TPT perkotaan tercatat 5,89 persen, jauh di atas perdesaan yang sebesar 3,37 persen.

    Pada Agustus 2024, keduanya menurun tipis menjadi 5,79 persen di kota dan 3,67 persen di desa. Februari 2025 kembali menunjukkan penurunan, dengan perkotaan di 5,73 persen dan perdesaan 3,33 persen.

    Namun pada Agustus 2025, TPT perkotaan sedikit naik ke 5,75 persen dan perdesaan ke 3,47 persen. Hingga November 2025, pengangguran di perkotaan turun ke 5,65 persen, sedangkan perdesaan juga menurun menjadi 3,31 persen.

    Baca juga: Mens Rea Pandji Jadi Didukung Gibran Sebagai Masukan

    Perkembangan Penduduk Usia Kerja

  • Mens Rea Pandji Jadi Didukung Gibran Sebagai Masukan

    Mens Rea Pandji Jadi Didukung Gibran Sebagai Masukan

    Mens Rea Pandji Jadi Didukung Gibran Sebagai Masukan. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terpaut polemik modul stand up comedy berjudul Mens Rea yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono. Dalam penampilannya, Pandji menyinggung nama Wapres Gibran selaku salah satu modul yang di informasikan serta mengundang polemik.

    Wapres Gibran mengaku hendak senantiasa menunjang anak muda Indonesia, tercantum komika Pandji Pragiwaksono, buat terus berkarya serta mengantarkan masukan.

    ” Aku menunjang kanak- kanak muda Indonesia, tercantum Saudara Pandji Pragiwaksono, buat terus berkarya serta menyuarakan masukan yang berguna buat pembangunan bangsa,” kata Gibran dalam penjelasan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

    Gibran menegaskan Indonesia merupakan negeri demokratis yang membagikan ruang untuk tiap masyarakat negeri buat berkomentar serta berekspresi.

    Dalam pemikirannya, kebebasan tersebut butuh dijalankan dengan senantiasa menghormati norma dan nilai- nilai lokal, budaya, serta agama yang hidup di warga.

    ” Cocok dengan penghormatan terhadap norma dan nilai- nilai lokal, budaya, serta agama,” ucap Wapres Gibran.

    Polisi Hendak Cek Pandji

    Lebih dahulu, Polda Metro Jaya menjadwalkan buat memanggil komika ataupun pelawak tunggal Pandji Pragiwaksono pada Jumat( 6/ 2) terpaut beberapa laporan yang diperuntukan kepadanya.

    ” Kerabat PP dimohon buat muncul klarifikasi pada Jumat( 6/ 2) jam 10. 00 Wib,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dikala dikonfirmasi di Jakarta, Selasa( 3/ 2).

    Panggilan tersebut, lanjut ia, ialah tindak lanjut atas 5 laporan polisi yang terdapat serta berharap yang bersangkutan dapat muncul serta klarifikasi sehingga seluruh dapat terjawab.

    Polda Metro Jaya sudah mengecek 10 orang saksi dalam permasalahan pencemaran nama baik yang diprediksi dicoba komika Pandji Pragiwaksono.

    Mens Rea Pandji Jadi Didukung Gibran Sebagai Masukan
    rajabotak

    Pandji: Aku Tidak Hendak Menghindar

    Komika Pandji Pragiwaksono berjanji bakal mendatangi pengecekan selaku saksi dalam permasalahan materi stand up comedy Mens Rea. Pemeriksaannya dijadwalkan pada Jumat 6 Februari 2026 jam 10. 00 Wib. Pandji berjanji kooperatif serta menempuh seluruh prosesnya.

    ” Aku tidak hendak menjauh aku tidak hendak menjauhi panggilan. Kala dimohon buat muncul, aku hendak muncul. Seperti itu alibi aku tiba ke mari. Sisanya ikuti prosesnya saja, apapun yang terjalin diujung aku yakin itu buat kebaikan, Insya Allah,” ucap Pandji dikala mendatangi Kantor MUI Pusat di Jakarta, Selasa( 3/ 2/ 2026).

    Pandji mengaku tidak terdapat hasrat jahat buat mengantarkan modul dalam stand up comedy berjudul Mens Rea. Ia menegaskan, penampilannya di atas panggung cuma buat menghibur serta membuat orang tertawa. Pandji pula mengaku tidak khawatir buat mengalami laporan- laporan kepada dirinya atas modul tersebut.

    Kuasa Hukum Pandji Pragiwaksono Haris Azhar meningkatkan, modul dalam stand up comedy tidak dapat dikenakan delik pidana. Karena, tidak memiliki muatan pidana. Baginya, yang dicoba Pandji malah membuat banyak orang tertawa lewat materinya.

    “ Begini jika dari sisi hukum yang aku yakini, yang aku pelajari, yang aku suka belain orang. Ekspresi itu ia dipidana bila ia melaksanakan campaign kekerasan ataupun mengajak melaksanakan kekerasan, ataupun mengajak sesuatu praktek yang masuk dalam satu tindak pidana dalam pasal- pasal lain,” jelasnya.

    “ Yang terjalin sama panji alhamdulillah ketawa seluruh,” sambungnya.

    Enggak Apa- apa, Santai

    Tidak cuma membagikan perkataan selamat, suami Selvi Ananda ini mengaku sudah melihat modul yang secara khusus menyinggung ekspresi mukanya. Gibran Rakabuming Raka menegaskan sama sekali tidak merasa tersinggung ataupun marah dengan lawakan yang dilontarkan Pandji Pragiwaksono.

    “ Enggak apa- apa, santai( dibilang ngantuk). Dari lahir wujud matanya semacam ini, mau gimana lagi,” akunya.

    27 Desember 2025

    Selaku data, pertunjukan spesial Mens Rea ini mulai mengudara serta jadi pembicaraan hangat di platform Netflix semenjak 27 Desember 2025. Modul yang disuguhkan Pandji Pragiwaksono kali ini terbilang berani serta lugas sebab disiarkan secara penuh kepada pemirsa global tanpa terdapatnya sensor sedikitpun.

    Dalam durasi pertunjukan tersebut, komika yang diketahui vokal ini menjadikan panggung komedi selaku ruang dialog isu sosial serta politik. Pandji Pragiwaksono membungkus kritik tajam terhadap sikap pejabat publik sampai menyinggung beberapa tokoh besar yang sepanjang ini dikira tabu, dengan style observasi yang pintar. Rajabotak hadir sebagai permainan yang menarik dan berhadiah besar hari ini!