Chelsea Langsung Evaluasi Setelah Pecat Liam Rosenior. Raksasa Premier League, Chelsea, akhirnya angkat bicara setelah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Liam Rosenior. Dalam pernyataan resminya, manajemen klub menegaskan akan melakukan proses evaluasi menyeluruh demi menentukan arah jangka panjang yang lebih stabil.
Langkah ini diambil menyusul performa mengecewakan The Blues dalam beberapa pekan terakhir. Chelsea menelan lima kekalahan beruntun di Premier League tanpa mampu mencetak satu gol pun, serta tersingkir dari Liga Champions. Situasi tersebut membuat posisi Rosenior tak lagi aman, meski ia baru ditunjuk pada Januari lalu.
Dalam pernyataan klub, Chelsea menutup dengan komitmen introspeksi: mereka berjanji akan “melakukan proses refleksi diri” guna memastikan keputusan berikutnya, khususnya dalam penunjukan pelatih kepala, benar-benar tepat untuk jangka panjang.
Namun, janji tersebut tak lepas dari sorotan publik. Sejak diambil alih oleh Todd Boehly pada 2022, Chelsea telah menggelontorkan dana hampir £1,5 miliar untuk belanja pemain. Ironisnya, klub justru terus berganti pelatih, Rosenior menjadi manajer ketujuh dalam periode tersebut, tanpa menunjukkan konsistensi untuk bersaing di level tertinggi.
Padahal, Chelsea sempat mencicipi kesuksesan dengan menjuarai FIFA Club World Cup musim panas lalu. Namun, capaian itu belum mampu menjadi fondasi kebangkitan yang berkelanjutan.

Transisi Kepelatihan dan Kandidat Baru
Guna mengisi kekosongan kursi manajerial, manajemen menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih kepala sementara (caretaker) hingga musim berakhir. McFarlane sebelumnya merupakan sosok yang bertanggung jawab menangani tim Chelsea U-21.
“Calum McFarlane akan bertanggung jawab atas tim sebagai Pelatih Kepala Sementara hingga akhir musim dengan dukungan dari staf ruang belakang Klub yang ada, karena kami berusaha untuk mencapai kualifikasi Eropa dan kemajuan di FA Cup.”
Klub juga memberikan sinyal akan melakukan evaluasi mendalam terkait kebijakan pemberian kontrak panjang kepada pelatih di masa mendatang. Hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas teknis tim dalam jangka panjang tetap terjaga.
“Seiring klub berupaya menstabilkan posisi pelatih kepala, kami akan melakukan proses introspeksi diri untuk membuat penunjukan jangka panjang yang paling tepat,” demikian pernyataan penutup klub.
Beberapa nama pelatih papan atas kini mulai dikaitkan dengan kursi kepelatihan di Stamford Bridge. Berdasarkan laporan RMC Sport, Andoni Iraola menjadi salah satu kandidat kuat setelah performa impresifnya bersama AFC Bournemouth musim ini.
